flatburger

Ribet sama yang gapenting amat

...

Halo bani adam, awal tahun selamat menikmati suasana 2020 jilid 2. Dimana keadaan apa-apa terbatas, mulai dari kluyuran, bekerja, liburan, bahkan makan-pun terbatas sampai jam 8 malam. Gak percoyo ? coba aja beli nasi goreng disekitar rumah kalian jam 9 - 10an kalau nggak addrenaline rush sama satpol pp.

Ngomongin keterbatasan, kita sebagai bani adam pastinya punya keterbatasan dalam diri masing-masing yang kemudian seringkali kita sulit menerimanya dan berakibat insecure ke diri sendiri.

Sajane minder iki wes suwe cuman digenti insecure maleh ketok anyar

oke lanjut ....

Karena kita punya energi yang terbatas, otomatis tenaga di dalam diri bisa difokuskan untuk beberapa hal seperti berbuat sesuatu atau khawatir terhadap sesuatu. Tanpa disadari, yang sering terpakai adalah yang khawatir terhadap sesuatu , sering kan belum juga ngapa-ngapain otak terbesit "Aduh nanti ke toko gincu mbaknya pake kerudung warna apa ya" padahal realitanya hal itu ngga penting-penting amat. Nah dari contoh itu tadi, terkadang kita terlalu fokus dengan hal yang nggapenting dan diluar kendali kita.

Ketika tidak sadar bahwa ada hal-hal yang di luar kendali, kita memperlakukan semuanya dengan sama. Padahal energinya terbatas, perlu membatasi hanya mengeluarkan energi ini untuk yang bisa dikendalikan, yaitu usaha.

Hasil memang penting tapi bukan kita yang menentukan, jangan menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran untuk khawatir secara berlebihan dengan hasil. Ketika hasil kurang memuaskan, otomatis ya dicek dulu proses kita mencapainya kayak gimana, kalaupun masih kurang memuaskan berarti dari kitanya yang nambah effort, yakali hyung nyalahin keadaan.

Ada hal yang bisa dikendalikan dan tidak, mari dibahas satu-satu ...

Ada hal yang bisa dikendalikan

1. Prioritas

Prioritas bisa kita set sendiri waktunya kapan, dimana dan bagaimana kita mengolahnya. Apa yang diprioritaskan duluan, apa yang akan di proses selanjutnya jadi ada di kitanya sendiri semua keputusannya.

2. Kegiatan

Kegiatan menentukan kegiatan dari kehidupan kita untuk produktif, bersenang-senang, beribadah dan kegiatan lainnya. Apa yang kita lakukan untuk produktif atau enggak ini adalah keputusan sendiri, misal ingin bermalas-malasan, ya pada akhirnya dampaknya ke kita sendiri dan dapat hasil dari malas-malasan itu tadi. misalnya gitu

3. Circle

Circle ini bisa dibilang adalah tongkrongan. Kualitas tongkrongan tentu saja mempengaruhi pola pikir kita, entah itu dari topik obrolan, tempat, lingkungan dan itu pula yang membentuk siapa kita. Misal aja, kita terbiasa nongkrong di kuburan china terus topik obrolannya tentang gosip terkini artis jagad ibukota yang akan membuat reaktor nuklir.

Oke, hiraukan perumpamaan tadi. Intinya dengan siapapun circle kita, tidak boleh menghalalkan cara untuk jadi orang jahat 🙂

4. Makan

Makan tentunya ya balik ke kalian sendiri, mau makan full-pengawet atau sehat ya silahkan. Nanti juga kelihatan hasilnya kalau sehat gimana, kalau badan ga sehat gimane, oh iya "jangan lupa minum aer 💧"

Hal diluar kendali kita, gausa pusing contoh ..

  1. Dipecat dari perusahaan ataupun naik pangkat hal itu diluar kendali kita walaupun kita bisa mengatur, kalau berusaha kemungkinan karir akan naik, tapi kalau kitanya malas-malasan, akan dipecat. Asal kalian tau, yang perlu diperhatikan adalah “usaha” kita dalam bekerja bukan hasilnya.

  2. Ditolak fenomena tentang tolak-menolak yang sering terjadi entah itu aspek yang mana, sebenarnya ditolak pun bukan sebuah murni kegagalan absolut, cuman kitanya aja yang takut mencoba (: . Ya kalo ditolak dan gagal, mungkin coba lagi lain kesempatan, seperti nyari huruf "N" di permen Yosan.

  3. Gagal dan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan sesuatu, tapi ya bukan tidak mungkin, hal yang dikejar bertahun-tahun, hilang begitu saja *ciattttt. Di saat seperti ini, harus sadar, kalau ada hal-hal yang di luar kendali serta tetep santuy n skuy ngab 😎

  4. Sikap dan perkataan ini yang mestinya kita pikir bodo amat aja, orang plaur bangsa mana yang ngedengerin perkataan dan sikap orang lain. Ambil yang bisa buat bahan intropeksi, seiranya ada yang ngga masuk akal ya bodoamat aja, simplenya tolak ukurnya ya ke kita sendiri, ngapain nyamain kita sama orang lain toh orang lain ngga ngaasih makan jugak.

    Perkataan dan sikap orang lain juga seperti ini, kita bisa berbuat baik ke orang lain, tapi tidak bisa mengendalikan orang lain melakukan hal yang sama.

Kesimpulan

Sudah selesai dengan urusan sebelumnya? ya silahkan lanjut dengan urusan berikutnya, jangan berhenti dan memikirkan hasilnya, karena esok bukan jadi lebih mudah tapi makin berat hahayyy *papalepapalepalepaleee.

Waktunya memikirkan yang prioritas dalam hidup dan terkadang ada sesuatu yang perlu dibodoamatkan, jangan lupa jadi orang berguna walaupun jadi badut sekalian. Sek, badut yo sek berguna anyinggggg. Contoh aja pak Wapres, diem aja udah kontribusi untuk negri kan?

Waktunya ngumpulin bahan tulisan lagi, bodoamat orang baca ato enggak, semangat senin teman-teman. Semoga ada faedahnya walaupun suka nyelatu :)

Tak cari bakpo dulu, sekian ☕️🥯